Featured

Pos blog pertama

Ini adalah kutipan pos.

Iklan

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini.

pos

Weekend

Hari ini weekend terbosan. Ternyata kemarin baru ketahuan sakit. Jadi di rumah cuma diam, nonton, dan baring-baring. Benar-benar bosan. Ga tau mau ngapain. Boriiiiiiing!

Biodataku

Nama : Farah nadiya ariadewi

Umur : 10 tahun

Tempat, tanggal, lahir : Palembang, 21 September 2008

Sekolah : SD Islam AL-Azhar cairo Palembang

Kelas : V muslim

Guru kelas : Miss Yeni

Pelajaran kesukaan : Matematika dan Olahraga

Teman : ………………. (sering sendiri)

Nama Mama : Citra Dewi

Nama Papa : Ariansah Margaluta

Nama adik : Aisyah kayla ariadewi

Hari kesukaan : Rabu, Sabtu, dan Minggu

Sekolah TK : TK Pusri

Warna kesukaan : Gradasi, hitam, putih, warna cerah, dll

Cerpenku (baca ya) 🖇

Impianku menjadi kenyataan

Namaku Nina. Umurku 12 tahun. Aku sangat ragu dengan apa yang aku impikan. Aku selalu bertanya-tanya kepada diriku “bisakah aku menggapai impianku seperti apa yang aku inginkan?”. Suatu hari, aku memutuskan untuk menjadi seorang guru. Saat itu temanku yang bernama Syifa datang ke rumahku. “Halo Nina,” kata Syifa “apa yang kamu lakukan?” “aku sedang memikirkan apa aku pantas menjadi seorang guru,” aku menjawab. Lalu dia berkata “kamu harus yakin akan impianmu,”. Sejak Syifa berkata seperti itu aku jadi lebih termotivasi.

Aku belajar lebih giat dari biasanya. Setelah aku lulus SMP dan SMA, aku mendapat beasiswa lalu, aku masuk ke perguruan tinggi. Syifa juga bersamaku. Saat umurku 20 tahun aku mengikuti pelatihan untuk menjadi guru. Aku menyukai pelatihan itu. Aku belajar giat. Setiap ada pelajaran tambahan aku selalu ikut.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Aku lulus perguruan tinggi dengan nilai yang sangat tinggi. Aku sangat berterima kasih kepada Syifa karena, kata-kata yang ia katakan membuatku termotivasi. Aku berpisah dengan Syifa. Aku bekerja di sebuah TK yang membutuhkan guru tambahan. Aku masih butuh bimbingan dari guru-guru yang lain. Aku sangat bahagia sekaligus merasa kesusahan. Ternyata menjadi guru tidaklah mudah. Aku mulai ragu lagi. Temanku di sana yang bernama Sekar mengatakan hal yang sama seperti Syifa.

Setelah dia berkata seperti itu, perasaanku juga berubah seperti saat Syifa berkata seperti itu. Aku mulai bersemangat seperti dulu, lalu Sekar berkata”naaah…..begitu dong, semangat,”. Aku tertawa saat dia berkata begitu. Suatu hari, ada seorang murid yang menghampiriku bersama orang tuanya orang tuanya memintaku untuk menjadi guru privatnya. Didalam hati saya berkata”mungkin ini akan menjadi awalanku untuk menjadi guru, walaupun hanya menjadi guru privat,”. Keesokan harinya, aku mulai mengajar. Aku mengajar semua mata pelajaran. Anak itu sangat susah belajar. Setelah itu, aku mengetahui kenapa orang tuanya memberikannya guru privat.

Aku terinspirasi untuk mengajar anak itu hingga dia menjadi pintar. Orang tuanya sangat senang karena, setelah belajar denganku anak mereka lebih suka belajar. Aku mengajar selama 6 bulan. Setelah selesai 6 bulan, aku berhenti menjadi guru privat anak itu. Aku kembali bekerja di sekolah itu.

Setelah aku tiba disana, kepala sekolah berkata bahwa ada orang yang memintaku untuk menjadi guru SD di sekolahnya. Aku menerimanya. Minggu depan aku mulai bekerja. Alhamdulilah , akhirnya impianku menjadi kenyataan. Aku mulai bekerja. Anak murid disana sangat sopan. Mereka hormat kepada guru. Aku mengajar kelas 5. Aku mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia. Aku sangat senang. Setelah 1 tahun berlalu, aku tidak lagi mengajar kelas 5. Aku mengajar kelas 6. Aku bingung kenapa kepala sekolah memilihku untuk menjadi guru bahasa Indonesia kelas 6. Padahal, aku tidak cukup pintar untuk mengajar kelas 6. Kepala sekolah bilang bahwa ilmuku sudah cukup untuk mengajar kelas 6. Aku sangat berterima kasih kepada kepala sekolah.